INGATAN SETENGAH ABAD
Mengingat kembali masa dimana rambut masih hitam,kulit masih kencang badan masih segar napas masih panjang,masa itu terlewat begitu saja tanpa memberi arti yang jelas dalam menapak perjalanan panjang yang sampai setengah abad belum juga menemukan jawaban kemana harapan kemana keinginan kemana langkah kaki membawa pada derama yang tak berujung.
Badai,hujan,kerikil dan batu sandungan, tangis tawa dan canda telah terlampaui terlewati dengan peluh yang menghiasi raga dalam menuju ketidak pastian,banyak burung bercerita bahwa di awan ada kebebasan banyak air bercerita bahwa dilaut dalam ada ketenangan, dan banyak pasir bercerita bahwa dipantai ada keindahan serta banyak tanah bercerita bahwa diatas gunung ada kedamaian semua lelah bercerita mengatasnamakan kebebasan,ketenangan,keindahan dan kedamaian hingga pada perjalanan setengah abad belum juga menemukan jawaban indah dari kepastian sebuah harapan.
Semua menuju keputus asaan,pencapaian yang tidak bertepi,harapan yang tidak terbukti,asa yang menggunung bertumpuk terbuang dihamparan sampah yang menyengat menebarkan bau tak sedap diingatan setengah abad tanpa arti tapi tak bisa berhenti. lelah..lelah.. lelah dan lelah.
Setitik harapan dari benih yang berserakan tumbuh menjadi dua tunas yang menjadi kumpulan kumpulan kembalinya keinginan memicu gejolak lelah menjadikan percikan spirit asa dengan siraman air segar menyejukan menambah keinginan untuk membawa dua tunas mencapai puncak harapan.lelahku,harapanku menggapai Ridhlomu di ingatan setengah abadku.
Komentar
Posting Komentar